
Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) Universitas Negeri Gorontalo terus memperkuat pengembangan keilmuan berbasis kearifan lokal melalui penyelenggaraan mata kuliah Langga sebagai salah satu mata kuliah penciri program studi.
Langga merupakan seni bela diri tradisional khas Provinsi Gorontalo yang memiliki nilai budaya, filosofi, serta unsur olahraga yang kuat. Kehadiran mata kuliah ini menjadi bagian dari komitmen PKO UNG dalam mengintegrasikan pelestarian budaya daerah dengan pengembangan ilmu kepelatihan olahraga.
Mata kuliah Langga diajarkan kepada mahasiswa sebagai bentuk pengenalan sekaligus penguatan identitas budaya lokal di lingkungan akademik. Selain mempelajari teknik dasar bela diri, mahasiswa juga dibekali pemahaman mengenai nilai-nilai sportivitas, kedisiplinan, serta filosofi yang terkandung dalam tradisi Langga.
Dekan Fakultas Olahraga dan Kesehatan UNG selaku dosen pengampu mata kuliah menegaskan bahwa Langga tidak hanya dipandang sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai bagian dari pengembangan ilmu olahraga berbasis lokalitas.
“Melalui mata kuliah Langga, mahasiswa tidak hanya belajar keterampilan bela diri, tetapi juga memahami nilai budaya dan karakter yang menjadi identitas masyarakat Gorontalo,” ujarnya.
Keberadaan mata kuliah penciri ini sejalan dengan visi keilmuan Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga yang mengintegrasikan kearifan lokal pada pengembangan olahraga.
Dalam proses pembelajaran, mahasiswa mendapatkan materi teori dan praktik secara langsung, mulai dari teknik dasar gerakan, pola pertahanan, hingga filosofi gerak dalam bela diri Langga. Pembelajaran tersebut diharapkan mampu meningkatkan kecintaan mahasiswa terhadap budaya lokal sekaligus memperkuat kompetensi mereka di bidang olahraga tradisional.
PKO UNG terus berupaya menghadirkan inovasi pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga berkontribusi dalam pelestarian budaya daerah melalui dunia pendidikan tinggi. Dengan hadirnya mata kuliah Langga, diharapkan generasi muda mampu menjadi pelopor dalam menjaga eksistensi olahraga tradisional Gorontalo di tengah perkembangan olahraga modern.